Sorotbrita.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menerima kunjungan dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Kawasan Nuklir Serpong, Kawasan Sains dan Teknologi BJ Habibie, Rabu (4/3). Tujuannya untuk memperkuat pengawasan pangan dan meningkatkan kapasitas pengujian nuklir.
Para peserta meninjau laboratorium, sistem pengelolaan material nuklir, dan pengelolaan limbah radioaktif. Mereka juga berdiskusi mengenai kesiapan infrastruktur dan sistem kerja BRIN.
Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir BRIN, Syaiful Bakhri, menyatakan kunjungan ini membantu menyamakan pemahaman antarinstansi. Kegiatan ini penting menjelang inspeksi dan kerja sama dengan lembaga internasional seperti FDA dan Departemen Energi Amerika Serikat.
BRIN menilai penting mengevaluasi peralatan laboratorium, metode pengujian, dan kesiapan SDM. Mereka mempersiapkan langkah antisipatif jika tim internasional melakukan pengambilan sampel atau inspeksi.
Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Pangan, Bara Krishna Hasibuan, mengatakan kunjungan memberikan gambaran jelas tentang kemampuan laboratorium BRIN. Laboratorium mampu mendeteksi kontaminasi radioaktif pada produk pangan. Hal ini mendukung keamanan pangan nasional dan standar ekspor.
Bara menambahkan, persyaratan sertifikasi ekspor meningkat, khususnya ke Amerika Serikat. Beberapa negara kini mewajibkan uji laboratorium sebelum produk pangan masuk pasar.
Melalui kerja sama lintas kementerian dan lembaga, BRIN berharap sistem pengujian nasional semakin kuat. Mereka ingin menjaga reputasi ekspor pangan Indonesia dan meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan global di bidang nuklir dan keamanan pangan.
Editor : EL









