Berapa Batas Aman Makan Mi Instan? Ini Penjelasan Dokter Gizi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 7 Januari 2026 - 05:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta -Sorotbrita.com ,Mi instan menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia. Selain mudah disajikan, harganya terjangkau dan rasanya digemari berbagai kalangan. Tak heran jika mi instan kerap menjadi pilihan saat lapar melanda atau ketika waktu memasak terbatas. Namun, di balik kepraktisannya, konsumsi mi instan perlu dibatasi demi menjaga kesehatan.

Ahli gizi dari Universitas Muhammadiyah Surabaya, Tri Kurniawati, menjelaskan bahwa mi instan termasuk dalam kategori ultra processed food (UPF). Jenis makanan ini umumnya mengandung kalori tinggi, tetapi rendah nutrisi penting seperti protein, vitamin, dan mineral.

Baca Juga :  Dokter Ingatkan Risiko Makan Mi Instan Berlebihan

Tri menyarankan agar konsumsi mi instan dibatasi maksimal dua bungkus per minggu. Ia menuturkan, konsumsi mi instan yang berlebihan, khususnya lebih dari dua bungkus dalam sepekan, berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Salah satunya adalah sindrom metabolik, terutama pada perempuan.

“Mi instan didominasi karbohidrat dan lemak, sementara kandungan gizinya tidak seimbang. Jika sering dikonsumsi tanpa tambahan nutrisi lain, dampaknya bisa merugikan kesehatan,” jelasnya.

Selain itu, mi instan mengandung natrium atau garam yang cukup tinggi. Asupan garam berlebih dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, hingga kanker lambung, terutama pada individu yang sensitif terhadap natrium.

Baca Juga :  Bukan Kutub Utara, Yakutsk Jadi Kota Terdingin di Dunia

Agar tetap aman dikonsumsi, Tri menyarankan untuk menambahkan sayuran dan sumber protein seperti telur, ayam, tahu, atau tempe saat mengonsumsi mi instan. Kombinasi ini dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi tubuh dan mengurangi efek negatif dari makanan instan tersebut.

Dengan pola konsumsi yang bijak dan seimbang, mi instan masih dapat dinikmati tanpa mengorbankan kesehatan.

Editor : EL

Berita Terkait

Pasar Emas Dubai Diserbu Wisatawan
2 Juta WNI Berobat ke Luar Negeri, RI Rugi Rp150 Triliun
BRIN Dorong Mi Sorgum sebagai Pangan Alternatif
Indonesia dan Australia Perkuat Kolaborasi Ekonomi Kreatif
Indonesia Memimpin Dunia Berantas Frambusia
Mulai 2026, Singapura Tolak Wisatawan Sebelum Berangkat
Bukan Kutub Utara, Yakutsk Jadi Kota Terdingin di Dunia
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 18:00 WIB

Pasar Emas Dubai Diserbu Wisatawan

Sabtu, 14 Februari 2026 - 14:00 WIB

2 Juta WNI Berobat ke Luar Negeri, RI Rugi Rp150 Triliun

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:00 WIB

BRIN Dorong Mi Sorgum sebagai Pangan Alternatif

Jumat, 30 Januari 2026 - 07:00 WIB

Indonesia dan Australia Perkuat Kolaborasi Ekonomi Kreatif

Minggu, 25 Januari 2026 - 15:00 WIB

Indonesia Memimpin Dunia Berantas Frambusia

Berita Terbaru