Ikan Sidat Indonesia Kalahkan Salmon dalam Kandungan Omega-3

Temuan BRIN mematahkan anggapan salmon sebagai ikan dengan Omega-3 tertinggi di dunia.

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 8 Januari 2026 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta –Sorotbrita.com ,Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan bahwa ikan dengan kandungan Omega-3 tertinggi di dunia ternyata berasal dari Indonesia. Temuan ini mematahkan anggapan lama yang selama ini menempatkan salmon sebagai ikan dengan kadar Omega-3 paling tinggi.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, Gadis Sri Haryani, menegaskan bahwa ikan sidat memiliki kandungan gizi yang lebih unggul dibandingkan salmon maupun ikan gabus.
“Selama ini masyarakat mengira salmon paling tinggi Omega-3. Faktanya, ikan sidat justru memiliki nilai gizi tertinggi,” ujar Gadis.

 

Sidat Mengandung DHA dan EPA Sangat Tinggi

Gadis menjelaskan bahwa ikan sidat mengandung Omega-3 jenis DHA dan EPA dalam jumlah sangat tinggi. Selain itu, sidat juga kaya vitamin A, vitamin B kompleks, zat besi, protein, fosfor, dan kalori.

DHA berperan penting dalam perkembangan dan fungsi otak manusia. Sementara itu, EPA membantu mengurangi peradangan serta menjaga kesehatan jantung. Kandungan tersebut menjadikan ikan sidat sebagai sumber pangan bernilai gizi tinggi.

Baca Juga :  Budaya dan Persatuan Hidup dalam Kenduri Sko Kerinci

Siklus Hidup Sidat Sangat Rentan Gangguan
Ikan sidat termasuk biota dengan siklus hidup katadromus, yaitu hidup di air tawar tetapi memijah di laut. Sidat memulai hidupnya di laut dalam sebagai telur dan larva transparan berbentuk daun yang disebut leptocephalus.

Dalam perjalanannya menuju muara sungai, larva tersebut berubah menjadi glass eel sebelum akhirnya tumbuh di perairan tawar. Siklus hidup yang panjang ini membuat sidat sangat rentan terhadap gangguan lingkungan.

 

Tekanan Penangkapan Ancam Populasi Sidat

Gadis menilai tekanan penangkapan glass eel di alam semakin meningkat seiring tingginya permintaan pasar. Perubahan kondisi muara sungai dan terganggunya pola migrasi juga memperbesar risiko penurunan populasi sidat.

Kondisi ini menyebabkan pasokan bahan baku industri menjadi tidak stabil dan harga di tingkat nelayan berfluktuasi.

Baca Juga :  Prabowo Targetkan Penyitaan Jutaan Hektare Lahan Sawit Ilegal

Hilirisasi Industri Jadi Kunci Keberlanjutan

Meski demikian, Gadis menilai kebijakan tersebut masih menghadapi tantangan, seperti keterbatasan kapasitas budidaya, ketergantungan pakan impor, serta lemahnya pengawasan.
Ia menegaskan bahwa tata kelola ekologi berbasis sains harus menjadi fondasi hilirisasi industri sidat. Upaya ini mencakup konservasi berbasis bukti ilmiah dan perlindungan ekosistem perairan.

 

Sidat Berpotensi Perkuat Ekonomi Nasional

Menurut Gadis, Indonesia perlu bertransformasi dari pengekspor bahan mentah menjadi produsen produk sidat bernilai tinggi melalui budidaya dan industri pengolahan.

“Ketahanan ekologi akan terwujud ketika populasi sidat terjaga. Ketahanan ekonomi akan muncul dari industri sidat yang stabil dan kompetitif di pasar global,” ujarnya.
Ia menutup dengan menegaskan bahwa pemanfaatan sidat secara bertanggung jawab dapat menciptakan nilai tambah sekaligus menjaga kelestarian perairan Indonesia.

Editor : EL

Berita Terkait

Pentingnya Sahur untuk Tubuh dan Energi
Tips Sehat Olah Makanan Rebus dan Kukus
Dokter Ingatkan Risiko Makan Mi Instan Berlebihan
5 Superfood Sahur untuk Energi Seharian
Sarapan Sehat: Alpukat dan Telur, Kombinasi Nutrisi Optimal
Minuman Pagi untuk Turunkan Kolesterol dan Jaga Jantung”
“Tips Aman Menyimpan Nasi”
Kafein Mengurangi Risiko Aritmia
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:00 WIB

Pentingnya Sahur untuk Tubuh dan Energi

Kamis, 5 Maret 2026 - 09:00 WIB

Tips Sehat Olah Makanan Rebus dan Kukus

Minggu, 1 Maret 2026 - 07:00 WIB

Dokter Ingatkan Risiko Makan Mi Instan Berlebihan

Senin, 23 Februari 2026 - 17:00 WIB

5 Superfood Sahur untuk Energi Seharian

Senin, 23 Februari 2026 - 16:00 WIB

Sarapan Sehat: Alpukat dan Telur, Kombinasi Nutrisi Optimal

Berita Terbaru