Kemenlu Verifikasi Ribuan WNI Terdampak Online Scam

Kemenlu memverifikasi dan menyiapkan pemulangan WNI terdampak penindakan online scam di Kamboja

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta— Sorotbrita.com, Pemerintah Indonesia mulai mendata warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak penindakan aktivitas penipuan daring di Kamboja.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyatakan Kementerian Luar Negeri telah memerintahkan KBRI Phnom Penh untuk melakukan verifikasi menyeluruh. Banyak WNI meninggalkan tempat kerja mereka setelah Pemerintah Kamboja memperketat penindakan terhadap sindikat online scam.

“Saya meminta KBRI Phnom Penh melakukan pendataan dan verifikasi terhadap WNI yang terdampak,” kata Sugiono usai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Gedung Nusantara II, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).

Ia menjelaskan, kebijakan Pemerintah Kamboja mendorong banyak WNI keluar dari lingkungan kerja mereka.

Baca Juga :  ASN Digital: Super App Layanan ASN Lebih Cepat

Fokus pada Perlindungan dan Pelayanan Konsuler

Sugiono menegaskan fokus utama Kemenlu adalah perlindungan WNI. Kemenlu juga memastikan seluruh WNI memperoleh pelayanan konsuler.

“Kami memverifikasi data WNI dan memberikan pelayanan konsuler. Sebagian sudah pulang secara mandiri. Sebagian lainnya masih memerlukan fasilitasi kepulangan,” ujarnya.

Terkait dugaan pelanggaran hukum, Sugiono menyatakan aparat penegak hukum akan menanganinya sesuai kewenangan masing-masing.

“Penegakan hukum sepenuhnya menjadi ranah aparat berwenang,” tegasnya.

Ribuan WNI Melapor ke KBRI Phnom Penh

KBRI Phnom Penh mencatat jumlah WNI yang melapor terus meningkat. Dalam periode 16–26 Januari 2026 hingga pukul 23.00, sebanyak 2.493 WNI melapor langsung ke KBRI.

Baca Juga :  Prabowo Percepat Penanganan Stunting dan SDM

KBRI menangani laporan tersebut melalui pendataan dan asesmen kasus. Petugas juga menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi WNI yang tidak memiliki dokumen perjalanan.

WNI yang memiliki dokumen lengkap dan tidak terkendala denda keimigrasian telah kembali ke Indonesia secara mandiri.

Pemulangan Dilakukan Bertahap

KBRI juga memfasilitasi penerbitan dokumen perjalanan sementara serta keringanan denda keimigrasian. Setelah itu, para WNI membeli tiket kepulangan secara mandiri.

 

 

 

Editor : EL

Berita Terkait

Minuman Pagi untuk Turunkan Kolesterol dan Jaga Jantung”
Produksi Pick-Up Lokal Dorong Ekonomi dan Lapangan Kerja”
Mi Instan Indonesia Pimpin Pertumbuhan Pasar Global
Pramudya Iriawan Buntoro Jadi Dirut BPJS Ketenagakerjaan
Saifullah Yusuf Mulai Ground Check PBI-JK Nonaktif
Prabowo Percepat Penanganan Stunting dan SDM
PFN Dorong Daerah Bangun Bioskop Negara
Insiden Tabrak Pagar Rumah Jusuf Kalla Berakhir Damai
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 13:00 WIB

Minuman Pagi untuk Turunkan Kolesterol dan Jaga Jantung”

Sabtu, 21 Februari 2026 - 09:00 WIB

Produksi Pick-Up Lokal Dorong Ekonomi dan Lapangan Kerja”

Sabtu, 21 Februari 2026 - 06:00 WIB

Mi Instan Indonesia Pimpin Pertumbuhan Pasar Global

Jumat, 20 Februari 2026 - 15:00 WIB

Pramudya Iriawan Buntoro Jadi Dirut BPJS Ketenagakerjaan

Jumat, 20 Februari 2026 - 14:00 WIB

Saifullah Yusuf Mulai Ground Check PBI-JK Nonaktif

Berita Terbaru