Sorotbrita.com – Nama Mohammad Riza Chalid kembali menjadi sorotan publik. Interpol menerbitkan red notice untuknya pada 23 Januari 2026 terkait dugaan korupsi tata kelola minyak mentah. Red notice ini berlaku di 197 negara anggota Interpol, sehingga Riza semakin sulit bergerak, apalagi ia hanya memiliki satu paspor.
Mantan Istri Riza Chalid: Siapa Dia?
Riza Chalid menikah dengan Roestriana Adrianti, yang akrab dipanggil Uchu, pada 1985. Pernikahan mereka bertahan 28 tahun dan berakhir dengan perceraian pada 2013. Dari pernikahan ini, Uchu melahirkan dua anak, termasuk Muhammad Kerry Adrianto, yang juga terseret kasus korupsi minyak.
Latar Belakang Keluarga Uchu
Uchu lahir dari keluarga terpandang. Ayahnya, Marsekal Muda (Purn) Roesman Nuryadin, pernah memimpin Sesko AU, menjabat Komandan Akabri Udara, dan menjadi Duta Besar Indonesia untuk Australia.
Karier Bisnis Uchu
Selain berasal dari keluarga terkenal, Uchu juga mengelola bisnis sendiri. Ia mendirikan dan memiliki KidZania Jakarta dengan investasi lebih dari 10 juta dolar AS (setara Rp167 miliar). Operasional KidZania Jakarta berjalan di bawah PT Aryan Indonesia.
Selain KidZania, Uchu mendirikan Sekolah Islam Al Jabr dan mengelola butik eksklusif. Semua usaha ini ia jalankan saat masih menikah dengan Riza Chalid, meski belum jelas apakah ia tetap terlibat setelah perceraian.
Dugaan Korupsi Minyak yang Melibatkan Riza Chalid
Kejaksaan Agung mengungkap dugaan kasus korupsi ini pada 24 Februari 2025. Mereka menuduh Riza Chalid menyewakan Terminal BBM Tangki Merak ke Pertamina meski kapasitas tambahan tidak diperlukan.
Riza Chalid menjadi Beneficial Owner PT Tangki Merak dan PT Orbit Terminal Merak. Ia dan beberapa tersangka diduga menutupi skema kepemilikan aset dalam kontrak kerja sama dan menetapkan harga tinggi, sehingga negara merugi.
Pada 11 Juli 2025, Riza resmi ditetapkan sebagai tersangka, tetapi ia sudah berada di luar Indonesia saat proses hukum berlangsung. Ia abstain dari tiga panggilan Kejaksaan Agung. Publik sempat menduga ia berada di Singapura, namun pemerintah setempat membantah kabar tersebut.
Editor : EL









