Sorotbrita.com – Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwogandhi, mengimbau agar maskapai penerbangan yang memiliki rute internasional menuju atau melintasi Timur Tengah meningkatkan kewaspadaan. Hal ini menyusul eskalasi ketegangan antara Iran, Israel, dan sekutunya Amerika Serikat.
“Beberapa penerbangan internasional yang melewati kawasan Timur Tengah terdampak konflik, ada yang dibatalkan, namun sebagian masih berjalan normal,” ujar Dudy di Jakarta, Minggu.
Maskapai Asing Batalkan Penerbangan
Beberapa maskapai internasional sudah membatalkan jadwal penerbangan dari dan menuju kota-kota di Timur Tengah. Sebagai contoh, maskapai yang terdampak antara lain:
– Etihad Airways
– Qatar Airways
– Emirates
– Malaysia Airlines
– Philippine Airlines
– IndiGo Airlines
– SriLankan Airlines
– China Southern Airlines
– Singapore Airlines
– Scoot
Selain itu, beberapa maskapai lain menyesuaikan operasi mereka. Saudia Airlines, misalnya, masih memantau kondisi untuk beberapa kota tujuan. Oman Air beroperasi seperti biasa, sementara Ethiopian Airlines tetap beroperasi namun meniadakan rute ke Amman (Yordania) dan Tel Aviv (Israel).
Maskapai Nasional Belum Terdampak
Sementara itu, dua maskapai Indonesia yang melintasi ruang udara Timur Tengah, yaitu Garuda Indonesia dan Lion Air, sejauh ini belum terdampak langsung.
Selain itu, Dudy menjelaskan bahwa penerbangan Garuda menuju Amsterdam telah dialihkan melalui Kairo, Mesir, sedangkan rute menuju Jeddah masih berjalan normal. Dengan demikian, penumpang Indonesia tetap dapat terbang dengan aman meski konflik meningkat.
Keselamatan dan Keamanan Jadi Prioritas
Menhub menekankan bahwa keselamatan dan keamanan penerbangan selalu menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, Kemenhub terus berkoordinasi dengan:
– AirNav Indonesia
– Maskapai penerbangan
– Pengelola bandara
– Otoritas asing
Koordinasi ini dilakukan agar informasi keamanan di wilayah Timur Tengah selalu diperbarui dan penerbangan tetap aman dan lancar.
Penutupan Ruang Udara di Beberapa Negara
Beberapa negara telah menutup ruang udara mereka, baik untuk penerbangan komersial maupun pribadi. Negara-negara tersebut antara lain:
– Qatar
– Uni Emirat Arab
– Bahrain
– Kuwait
– Irak
– Suriah
Akibatnya, maskapai dan penumpang perlu memantau kondisi secara aktif agar perjalanan tetap aman dan terencana.
Editor : EL









