Jakarta -Sorotbrita.com ,Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meresmikan Waduk Cilangkap Giri Kencana di Jakarta Timur sebagai langkah konkret pengendalian banjir di ibu kota.
Waduk ini membantu mengurangi genangan air di kawasan padat penduduk.
Pramono menegaskan bahwa penanganan banjir menjadi prioritas sejak awal masa jabatannya. Ia menyebut pembangunan waduk sebagai solusi efektif karena langsung menekan genangan di wilayah rawan banjir.
“Sejak awal saya menjabat, banjir menjadi perhatian utama. Kami membangun sekitar delapan waduk di Jakarta karena dampaknya langsung dirasakan warga,” ujar Pramono saat peresmian, Senin.
Dalam acara tersebut, Pramono meminta Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mengganti nama Waduk Cilangkap Giri Kencana. Ia mengusulkan nama Waduk Batu Licin, yang merujuk pada legenda masyarakat setempat.
Menurut Pramono, penggunaan nama lokal akan menghidupkan kembali nilai sejarah wilayah tersebut. Ia ingin waduk ini tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga memiliki makna budaya.
Saat meninjau lokasi, Pramono mendengar langsung testimoni warga. Warga menyampaikan bahwa kawasan sekitar tidak lagi mengalami genangan meski hujan turun dengan intensitas tinggi.
Waduk ini mampu menampung air hingga 92.000 meter persegi dengan kedalaman enam meter. Kapasitas tersebut membantu mengendalikan limpasan air hujan di wilayah sekitarnya.
Selain berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir, waduk ini juga menyediakan fasilitas publik. Pemerintah membangun jogging track, lapangan basket, dan mushala untuk mendukung aktivitas warga.
Pramono menilai keberadaan waduk ini memberi manfaat besar karena lokasinya berada di kawasan padat penduduk. Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas tersebut secara maksimal.
Ia juga menargetkan peresmian tujuh waduk lainnya dalam waktu dekat agar seluruh infrastruktur pengendali banjir dapat berfungsi optimal.
Dalam kesempatan yang sama, Pramono mengapresiasi kinerja Dinas SDA DKI Jakarta. Ia menilai jajaran tersebut aktif memantau curah hujan dan sigap mengantisipasi banjir, termasuk banjir rob.
“Jika genangan muncul, petugas bisa mengatasinya dalam satu hingga satu setengah jam dengan sistem pompa,” kata Pramono.
Editor : EL









