Pendapatan Harian untuk Petani Pulihkan Sawah Pascabencana

Petani Dilibatkan Langsung dalam Rehabilitasi Sawah

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 18 Januari 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Sorotbrita.com ,Pemerintah akan langsung membantu petani terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pemerintah menggunakan pendekatan padat karya. Artinya, petani mengerjakan sawah mereka sendiri dan tetap menerima upah harian.

Sawah yang rusak, petani perbaiki sendiri, tapi pemerintah menanggung semua biayanya. Kami menyediakan benih gratis, membantu pengolahan tanah, dan memperbaiki irigasi. Petani tetap mendapat pendapatan harian selama proses ini,” kata Amran dalam keterangan resmi, Sabtu (17/1/2026).

Baca Juga :  Prabowo Bahas Investasi dan Cipta Kerja

Dengan metode ini, petani memulihkan sawah sambil memenuhi kebutuhan keluarga dari upah kerja harian. “Pendapatan harian cukup untuk keluarga, sementara pemerintah menanggung semua biaya besar,” tambah Amran.

Kementerian Pertanian mencatat total lahan terdampak bencana di tiga provinsi mencapai 98 ribu hektare, termasuk 32 ribu hektare di Aceh. Di Aceh, pemerintah akan memulihkan 10 ribu hektare sawah dan mempekerjakan 200 ribu hari kerja yang dibayar harian.

Baca Juga :  Terminal Durenan Trenggalek Disiapkan Jadi Pusat Layanan Publik

Pemerintah menargetkan rehabilitasi lahan dengan kerusakan ringan hingga sedang selesai maksimal tiga bulan. “Kami targetkan Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat selesai dalam tiga bulan,” ujar Amran.

Pemerintah juga menggunakan teknologi untuk mempercepat pemulihan. Petani mengolah tanah dengan traktor, teknisi memperbaiki jaringan irigasi, dan drone membersihkan lahan yang tertimbun lumpur.

“Semua pemilik lahan kami libatkan. Kami tidak memakai kontraktor besar. Dengan pendekatan padat karya, petani tetap mendapatkan penghasilan,” tutup Amran.

Editor : EL

Berita Terkait

Indonesia Impor Ayam AS untuk Peternak Lokal
Terungkap! Negara Ini Kuasai Produksi Cabai Hijau Dunia
KITMAS, Koperasi Tembakau Pertama di Indonesia Diresmikan
Generasi Muda Wajib Kuasai Banyak Skill, Kata Menaker Yassierli
Asal Usul Mitos Tionghoa Selalu Kaya
Menaker Dorong Buruh Miliki Sertifikat Kompetensi
Prabowo: MBG Bawa Dampak Nyata bagi Ekonomi
Menkeu Purbaya Optimistis Ekonomi Tembus 6%
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:00 WIB

Indonesia Impor Ayam AS untuk Peternak Lokal

Selasa, 24 Februari 2026 - 07:00 WIB

Terungkap! Negara Ini Kuasai Produksi Cabai Hijau Dunia

Minggu, 22 Februari 2026 - 09:00 WIB

KITMAS, Koperasi Tembakau Pertama di Indonesia Diresmikan

Kamis, 19 Februari 2026 - 08:00 WIB

Generasi Muda Wajib Kuasai Banyak Skill, Kata Menaker Yassierli

Kamis, 19 Februari 2026 - 07:00 WIB

Asal Usul Mitos Tionghoa Selalu Kaya

Berita Terbaru

Para lansia di Desa Kota Karang yang masih berdaya meski dalam usia senja.

Jambi

“Sekolah Lansia BKL Kamboja Aktifkan Lansia di Jambi”

Sabtu, 28 Feb 2026 - 09:00 WIB

Kajati menyaksikan penyerahan jabatan dari Aspidum lama kepada Aspidum yang baru.

Jambi

Pelantikan Pejabat Eselon III Kejati Jambi

Sabtu, 28 Feb 2026 - 08:00 WIB

Foto: Getty Images/Yamtono_Sardi

Ekonomi Bisnis

ASN Bisa Daftar Komcad 2026, Ini Syaratnya

Sabtu, 28 Feb 2026 - 07:00 WIB

Foto: Dalam foto yang dirilis oleh Angkatan Laut AS ini, sebuah F-35C Lightning II, yang tergabung dalam Skuadron Serangan Pesawat Tempur Marinir (VMFA) 314, bersiap melakukan pendaratan dengan penahan di dek penerbangan kapal induk kelas Nimitz USS Abraham Lincoln (CVN 72) di Laut Arab pada 12 Februari 2026. (AFP/SONNY ESCALANTE)

Internasional

Mantan Pilot Elit AS Didakwa Latih Angkatan Udara China

Jumat, 27 Feb 2026 - 19:00 WIB

instagram.com/realangelkaramoy

Entertainment

Angel Karamoy dan Gusti Ega Terbang Kelas Utama

Jumat, 27 Feb 2026 - 18:00 WIB