Harga Batu Bara Anjlok, Para Raja Tambang Indonesia Tak Goyah

Tekanan harga batu bara global tak menggoyahkan kekayaan konglomerat Indonesia yang menguasai bisnis tambang.

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 19 Januari 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta– Sorotbrita.com ,Sepanjang 2024, harga batu bara global mengalami tekanan. Namun demikian, kondisi tersebut tidak serta-merta melemahkan kekayaan para pengusaha besar Indonesia yang bergerak di sektor tambang batu bara.

Pada awal Desember 2024, pasar mencatat pelemahan harga batu bara dunia. Salah satu penyebabnya, produksi batu bara India melonjak hampir 10% secara tahunan pada November 2024. Akibatnya, pasokan global meningkat dan menekan harga.

Berdasarkan data Barchart, harga batu bara acuan Newcastle untuk kontrak Januari 2025 tercatat sebesar US$136 per ton pada Senin (2/12/2024). Angka ini turun 2,1% dibandingkan posisi sebelumnya.

Meski demikian, sektor batu bara tetap menjadi mesin utama pencetak kekayaan bagi sejumlah konglomerat.

Low Tuck Kwong Masih Perkasa di Tengah Fluktuasi Harga

Low Tuck Kwong menguasai PT Bayan Resources Tbk, salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia.

Melalui efisiensi biaya dan fokus pada pasar ekspor, Low menjaga kinerja perusahaannya tetap solid. Oleh karena itu, fluktuasi harga global tidak terlalu menggerus kekayaan pribadinya.

Forbes pun menempatkan Low sebagai orang terkaya ke-4 di Indonesia dengan kekayaan mencapai US$24,9 miliar.

Baca Juga :  Dandim 0417/Kerinci: Bijak Bermedsos, Hindari Kegiatan Ilegal

Keluarga Widjaja Perluas Bisnis Batu Bara ke Luar Negeri

Sementara itu, keluarga mendiang Eka Tjipta Widjaja terus mengembangkan bisnis energi di bawah payung Sinar Mas Group.

Melalui PT Dian Swastika Sentosa Tbk (DSSA), grup ini mengendalikan sejumlah aset batu bara. Selain itu, anak usahanya, Golden Energy and Resources Ltd. (GEAR), mengoperasikan tambang di Australia dan mengakuisisi Stanmore Coal.

Di dalam negeri, PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) berperan sebagai kontributor utama produksi batu bara grup.

Alhasil, Forbes mencatat total kekayaan keluarga Widjaja mencapai US$28,3 miliar per akhir 2025.

Garibaldi Thohir Bangun Raksasa Batu Bara Terintegrasi

Di sisi lain, Garibaldi Thohir membangun kerajaan bisnis batu bara melalui PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) bersama Theodore Permadi Rachmat dan Edwin Soeryadjaya.

Sejak IPO pada 2008, Adaro berkembang pesat. Tidak hanya itu, perusahaan ini juga memperluas bisnis ke pembangkit listrik dan energi terintegrasi.

Dengan strategi tersebut, Forbes mencatat kekayaan Garibaldi Thohir mencapai US$3,8 miliar atau sekitar Rp64,2 triliun.

Baca Juga :  Bulog Salurkan 1,5 Juta Ton Beras SPHP Sepanjang Tahun 2026

Kiki Barki Fokus pada Tambang Batu Bara Swasta

Berikutnya, Kiki Barki dikenal sebagai pendiri PT Harum Energy Tbk (HRUM) yang berdiri sejak 1995.

Selain Harum Energy, ia juga mengelola tambang batu bara swasta Tanito Harum. Kini, estafet bisnis keluarga berlanjut ke generasi berikutnya.

Putra sulungnya, Lawrence Barki, menjabat Presiden Komisaris Harum Energy. Dengan demikian, kendali bisnis tetap berada di tangan keluarga.

Forbes mencatat kekayaan Kiki Barki sebesar US$1,3 miliar pada 2024.

Edwin Soeryadjaya Ikut Panen dari Boom Batu Bara

Terakhir, Edwin Soeryadjaya turut menikmati pertumbuhan sektor batu bara nasional.

Putra salah satu pendiri Astra ini mendirikan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) bersama Sandiaga Uno. Selanjutnya, Edwin memperluas investasinya ke sektor tambang batu bara saat industri ini tumbuh pesat pada era 2000-an.

Ia juga terlibat dalam pengembangan perusahaan tambang besar seperti Pama Persada. Hasilnya, Forbes mencatat kekayaan Edwin mencapai US$1,2 miliar pada 2025.

Editor : EL

Berita Terkait

Kemenko Polkam Evaluasi Operasi Intelijen Separatisme
Petugas Periksa Angkutan Umum Batang Hari Jelang Ramadhan
Zakat Kemenag Hanya untuk Delapan Ashnaf, Bukan MBG
Prabowo Tegaskan Dukungan Indonesia untuk Rekonstruksi Gaza
Generasi Muda Wajib Kuasai Banyak Skill, Kata Menaker Yassierli
Hujan Saat Imlek: Simbol Keberuntungan atau Kebetulan Musim?
Prabowo Subianto Gandeng Kampus Atasi Sampah Nasional
Pemkab Bungo Amankan Kotak Amal Terindikasi Teroris
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 16:00 WIB

Kemenko Polkam Evaluasi Operasi Intelijen Separatisme

Minggu, 22 Februari 2026 - 14:00 WIB

Petugas Periksa Angkutan Umum Batang Hari Jelang Ramadhan

Sabtu, 21 Februari 2026 - 08:00 WIB

Zakat Kemenag Hanya untuk Delapan Ashnaf, Bukan MBG

Jumat, 20 Februari 2026 - 17:00 WIB

Prabowo Tegaskan Dukungan Indonesia untuk Rekonstruksi Gaza

Kamis, 19 Februari 2026 - 08:00 WIB

Generasi Muda Wajib Kuasai Banyak Skill, Kata Menaker Yassierli

Berita Terbaru

Para turis berpose untuk foto di depan toko perhiasan dengan layar tampilan yang menampilkan gambar model yang mengenakan perhiasan emas yang memukau.

Lifestyle

Pasar Emas Dubai Diserbu Wisatawan

Kamis, 26 Feb 2026 - 18:00 WIB

Foto: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan siang hari jeda Sesi I Rabu (28/1/2026), mencatatkan pelemahan yang amat dalam mencapai ambles 7,34% di posisi 8.321. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Bisnis

Direktur Utama MDTV Mengundurkan Diri

Kamis, 26 Feb 2026 - 17:00 WIB

RI Impor Ayam dari AS, Begini Dampak Bagi Peternak. (Foto: Okezone.com)

Ekonomi

Indonesia Impor Ayam AS untuk Peternak Lokal

Kamis, 26 Feb 2026 - 15:00 WIB

Toyota Kijang 2026 Hadir Lebih Modern, Legendaris Teknologi Hybrid

Otomotif

Toyota Kijang Super 2026: Hybrid dan Ramah Keluarga

Kamis, 26 Feb 2026 - 14:00 WIB

Bupati Khairunas saat memberikan sambutan dalam kegiatan Safari Ramadhan di Masjid Mr. Syafrudin Prawiranegara, Bidar Alam, sekaligus menegaskan komitmen program makan bergizi gratis dan penguatan Rumah Tahfidz.

Padang

Khairunas Perkuat Makan Bergizi dan Rumah Tahfidz

Kamis, 26 Feb 2026 - 13:00 WIB