Dana Riset Naik Jadi Rp12 Triliun, DPR Minta Akses Merata

DPR menegaskan dana riset Rp12 triliun harus menjangkau kampus kecil dan perguruan tinggi swasta di seluruh Indonesia.

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 19 Januari 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Sorotbrita.com,Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih meminta pemerintah memastikan pemerataan akses dana riset nasional sebesar Rp12 triliun. Ia mengingatkan agar pemerintah tidak hanya menyalurkan anggaran tersebut ke perguruan tinggi besar atau Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH).

Fikri menilai perguruan tinggi swasta memiliki jumlah dan kontribusi yang signifikan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, pemerintah perlu memberi porsi perhatian yang adil dalam pendanaan riset.

“Pemerintah harus bersikap adil karena perguruan tinggi swasta jumlahnya jauh lebih banyak dan berperan nyata dalam pendidikan nasional,” kata Fikri di Jakarta, Senin.

Tolak Dikotomi Negeri dan Swasta

Fikri menegaskan dunia akademik tidak lagi memerlukan dikotomi antara perguruan tinggi negeri dan swasta, terutama dalam bidang riset. Ia menilai semua institusi pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Baca Juga :  Kasus Guru Honorer Selesai Profesional

Menurutnya, kebijakan riset nasional harus membuka ruang yang sama bagi seluruh kampus tanpa memandang status kelembagaan.

Skema Kompetitif Dinilai Memberatkan Kampus Kecil

Fikri juga menyoroti skema pendanaan berbasis Competitive Fund. Ia menilai skema tersebut sering menyulitkan periset dari kampus kecil karena standar kompetisi yang belum seimbang.

Ia mendorong pemerintah menyesuaikan standar riset dengan norma internasional, namun tetap mengedepankan prinsip inklusivitas agar semua peneliti memiliki peluang yang setara.

“Kesempatan meneliti harus terbuka bagi semua agar tidak muncul ketimpangan inovasi antarwilayah,” ujarnya.

Kampus Daerah Jangan Terpinggirkan

Selain itu, Fikri meminta pemerintah mempertimbangkan ukuran perguruan tinggi, termasuk jumlah mahasiswa, dalam alokasi anggaran riset. Ia mengingatkan bahwa kampus kecil di daerah terpencil sering menjadi tulang punggung pendidikan masyarakat setempat.

“Jangan sampai kampus daerah yang menopang pendidikan justru tersingkir dari peta jalan riset nasional,” tegasnya.

Baca Juga :  PDIP Rotasi Anggota DPR di Lima Komisi

DPR Pastikan Pengawasan Anggaran

Fikri berharap kenaikan anggaran riset menjadi momentum untuk menghapus diskriminasi antara perguruan tinggi negeri dan swasta. Ia memastikan DPR RI akan mengawasi distribusi dana tersebut melalui rapat kerja dengan kementerian terkait.

Menurutnya, pengawasan bertujuan memastikan dana riset benar-benar menjangkau kampus di seluruh Indonesia, bukan hanya beredar di kalangan elit akademik ibu kota.

Riset Jadi Fondasi Pembangunan

Sebelumnya, pemerintah menaikkan anggaran riset nasional dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun. Fikri menilai kebijakan tersebut sebagai langkah strategis untuk mendorong pembangunan berbasis ilmu pengetahuan.

Ia menambahkan bahwa pendidikan tinggi selama ini lebih berfokus pada pengajaran. Padahal, negara maju menjadikan riset sebagai dasar utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan nasional.

Editor : EL

Berita Terkait

Minuman Pagi untuk Turunkan Kolesterol dan Jaga Jantung”
Produksi Pick-Up Lokal Dorong Ekonomi dan Lapangan Kerja”
Mi Instan Indonesia Pimpin Pertumbuhan Pasar Global
Pramudya Iriawan Buntoro Jadi Dirut BPJS Ketenagakerjaan
Saifullah Yusuf Mulai Ground Check PBI-JK Nonaktif
Prabowo Percepat Penanganan Stunting dan SDM
PFN Dorong Daerah Bangun Bioskop Negara
Insiden Tabrak Pagar Rumah Jusuf Kalla Berakhir Damai
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 13:00 WIB

Minuman Pagi untuk Turunkan Kolesterol dan Jaga Jantung”

Sabtu, 21 Februari 2026 - 09:00 WIB

Produksi Pick-Up Lokal Dorong Ekonomi dan Lapangan Kerja”

Sabtu, 21 Februari 2026 - 06:00 WIB

Mi Instan Indonesia Pimpin Pertumbuhan Pasar Global

Jumat, 20 Februari 2026 - 15:00 WIB

Pramudya Iriawan Buntoro Jadi Dirut BPJS Ketenagakerjaan

Jumat, 20 Februari 2026 - 14:00 WIB

Saifullah Yusuf Mulai Ground Check PBI-JK Nonaktif

Berita Terbaru

Arsip foto tak bertanggal ini memperlihatkan seekor Gekko kaiyai yang ditemukan di Provinsi Anhui, China. Peneliti China telah menemukan spesies tokek baru yang mereka beri nama Gekko kaiyai di Pegunungan Dabie, Provinsi Anhui, China. ANTARA/Xinhua

Uncategorized

Kamboja Catat Penemuan Spesies Tokek Baru

Kamis, 26 Feb 2026 - 19:00 WIB

Para turis berpose untuk foto di depan toko perhiasan dengan layar tampilan yang menampilkan gambar model yang mengenakan perhiasan emas yang memukau.

Lifestyle

Pasar Emas Dubai Diserbu Wisatawan

Kamis, 26 Feb 2026 - 18:00 WIB

Foto: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan siang hari jeda Sesi I Rabu (28/1/2026), mencatatkan pelemahan yang amat dalam mencapai ambles 7,34% di posisi 8.321. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Bisnis

Direktur Utama MDTV Mengundurkan Diri

Kamis, 26 Feb 2026 - 17:00 WIB

RI Impor Ayam dari AS, Begini Dampak Bagi Peternak. (Foto: Okezone.com)

Ekonomi

Indonesia Impor Ayam AS untuk Peternak Lokal

Kamis, 26 Feb 2026 - 15:00 WIB

Toyota Kijang 2026 Hadir Lebih Modern, Legendaris Teknologi Hybrid

Otomotif

Toyota Kijang Super 2026: Hybrid dan Ramah Keluarga

Kamis, 26 Feb 2026 - 14:00 WIB