Indonesia Memimpin Dunia Berantas Frambusia

Metode deteksi aktif Indonesia sukses menekan frambusia secara drastis pada 1950-an.

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 25 Januari 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta –Sorotbrita.com,Indonesia pernah mencetak prestasi besar di bidang kesehatan global. Pada dekade 1950-an, dunia menjadikan Indonesia sebagai acuan dalam pemberantasan penyakit menular bernama frambusia (yaws).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan frambusia sebagai penyakit infeksi kronis akibat bakteri Treponema.

Penyakit ini memang tidak mematikan, tetapi menimbulkan dampak serius. Penderita bisa mengalami luka terbuka, kerusakan jaringan, hingga cacat permanen yang menghambat aktivitas dan produktivitas.

Lingkungan Tropis Mempercepat Penyebaran

Sebagai negara tropis, Indonesia menghadapi risiko tinggi penyebaran frambusia. Permukiman padat, sanitasi yang buruk, serta rendahnya kebersihan masyarakat—terutama di pedesaan—mempercepat penularan penyakit ini.

Baca Juga :  2 Juta WNI Berobat ke Luar Negeri, RI Rugi Rp150 Triliun

Kondisi tersebut mendorong pemerintah menjadikan frambusia sebagai penyakit prioritas. Sejak masa kolonial, tenaga medis telah menggunakan penisilin untuk mengobati pasien.

Namun pendekatan ini belum menyelesaikan masalah. Penyakit sering kambuh karena pengobatan tidak menyentuh sumber penularan dan faktor lingkungan.

Terobosan Raden Kodijat

Perubahan besar muncul pada awal 1950-an melalui gagasan seorang dokter Indonesia, Raden Kodijat. Sejarawan Vivek Neelakantan dalam buku Memelihara Jiwa Raga Bangsa (2018) mencatat bahwa Kodijat telah merancang pendekatan berbeda sejak 1934.

Kodijat menyadari bahwa tenaga medis tidak bisa menunggu pasien datang berobat. Untuk memberantas frambusia, mereka harus mengejar penyakit hingga ke sumbernya.

Baca Juga :  Berapa Batas Aman Makan Mi Instan? Ini Penjelasan Dokter Gizi

Deteksi Aktif Jadi Kunci Keberhasilan

Kodijat menerapkan metode pendeteksian aktif. Petugas kesehatan memeriksa seluruh penduduk di suatu wilayah secara sistematis untuk menemukan gejala frambusia.

Begitu petugas menemukan penderita atau orang yang pernah kontak langsung dengan luka frambusia, mereka langsung memberikan pengobatan.

Tenaga medis tidak menghentikan pengobatan dalam satu kali terapi. Pasien menerima suntikan rutin setiap minggu dan menjalani pemeriksaan ulang.

Petugas memastikan infeksi benar-benar hilang dan tidak kambuh. Mereka juga mencatat setiap kasus secara ketat, sehingga strategi ini menjadi salah satu metode epidemiologi paling maju pada masanya.

 

Editor : EL

Berita Terkait

Pasar Emas Dubai Diserbu Wisatawan
2 Juta WNI Berobat ke Luar Negeri, RI Rugi Rp150 Triliun
BRIN Dorong Mi Sorgum sebagai Pangan Alternatif
Indonesia dan Australia Perkuat Kolaborasi Ekonomi Kreatif
Mulai 2026, Singapura Tolak Wisatawan Sebelum Berangkat
Bukan Kutub Utara, Yakutsk Jadi Kota Terdingin di Dunia
Berapa Batas Aman Makan Mi Instan? Ini Penjelasan Dokter Gizi
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 18:00 WIB

Pasar Emas Dubai Diserbu Wisatawan

Sabtu, 14 Februari 2026 - 14:00 WIB

2 Juta WNI Berobat ke Luar Negeri, RI Rugi Rp150 Triliun

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:00 WIB

BRIN Dorong Mi Sorgum sebagai Pangan Alternatif

Jumat, 30 Januari 2026 - 07:00 WIB

Indonesia dan Australia Perkuat Kolaborasi Ekonomi Kreatif

Minggu, 25 Januari 2026 - 15:00 WIB

Indonesia Memimpin Dunia Berantas Frambusia

Berita Terbaru

Kades Koto Dua Edi Zulfandi mengucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H kepada seluruh masyarakat.

Sungai Penuh

Kades Koto Dua Ucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H

Rabu, 18 Mar 2026 - 08:30 WIB

Kepala MTsN 1 Kota Sungai Penuh, Soni Indra, menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H kepada seluruh keluarga madrasah.”dan masyarakat.

Sungai Penuh

Kepala MTsN 1 Sungai Penuh Ucapkan Selamat Idul Fitri

Rabu, 18 Mar 2026 - 08:10 WIB

Kades Koto Tengah, Tansrilana, menyampaikan ucapan Selamat Idul Fitri 1447 H kepada warga dan mengajak mempererat persaudaraan serta gotong royong.

Sungai Penuh

Kades Koto Tengah Ucapkan Selamat Idul Fitri

Rabu, 18 Mar 2026 - 08:00 WIB

Kepala Desa Kairul Saleh menekankan pentingnya persatuan dan silaturahmi saat Idul Fitri.

Sungai Penuh

Kepala Desa Muara Jaya Ucapkan Selamat Idul Fitri 2026

Rabu, 18 Mar 2026 - 04:52 WIB