Indonesia dan Australia Perkuat Kolaborasi Ekonomi Kreatif

Kedua negara mendorong kolaborasi film, animasi, dan pengembangan pelaku ekonomi kreatif

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta  –Sorotbrita.com, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menerima kunjungan kehormatan Menteri Urusan Seni Australia, Anthony Stephen Burke. Pertemuan ini bertujuan memperkuat kerja sama industri kreatif antara Indonesia dan Australia.

Teuku Riefky menyampaikan bahwa kolaborasi ekonomi kreatif kedua negara terus menunjukkan perkembangan positif. Ia berharap tahun 2026 menjadi fase penting untuk memperluas kerja sama lintas subsektor.

“Kerja sama ekonomi kreatif Indonesia dan Australia terus berkembang. Kami ingin memperkuat kemitraan strategis kedua negara,” ujar Teuku Riefky dalam keterangan pers yang diterima, Kamis.

Apresiasi Capaian Kerja Sama 2025

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Ekraf mengapresiasi berbagai capaian kolaborasi sepanjang 2025. Salah satunya adalah peringatan satu dekade Festival Sinema Australia–Indonesia (FSAI).

Baca Juga :  Pasar Emas Dubai Diserbu Wisatawan

Selain itu, kedua negara melaksanakan agenda business matching di Sydney melalui program S’RASA (Rasa Rempah Indonesia). Pemerintah Indonesia juga menjalin kerja sama dengan Canva Inc. untuk mendukung pemberdayaan pelaku ekonomi kreatif nasional.

Ekonomi Kreatif sebagai Mesin Pertumbuhan Baru

Teuku Riefky menegaskan bahwa penguatan kerja sama ini sejalan dengan visi pemerintah. Pemerintah mendorong ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth yang berbasis inovasi dan berdaya saing global.

“Kolaborasi ini kami arahkan agar pelaku ekonomi kreatif Indonesia naik kelas. Mereka harus terhubung dengan pasar dan talenta global,” kata Teuku Riefky.

Baca Juga :  BRIN Dorong Mi Sorgum sebagai Pangan Alternatif

Rencana Strategis Indonesia–Australia

Kedua menteri juga membahas sejumlah agenda strategis ke depan. Agenda tersebut mencakup persiapan program short course Australia Awards Indonesia di subsektor animasi.

Selain itu, kedua pihak merencanakan penyelenggaraan Festival Sinema Australia–Indonesia (FSAI) ke-11. Australia juga akan berpartisipasi dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Menteri Ekraf secara khusus mengundang Menteri Tony Burke untuk menghadiri WCCE 2026.

Respons Pemerintah Australia

Menteri Anthony Stephen Burke menyambut baik penguatan kerja sama ekonomi kreatif tersebut. Ia menilai kolaborasi ini membukao peluang besar bagi kedua negara.

 

 

Editor : EL

Berita Terkait

Pasar Emas Dubai Diserbu Wisatawan
2 Juta WNI Berobat ke Luar Negeri, RI Rugi Rp150 Triliun
BRIN Dorong Mi Sorgum sebagai Pangan Alternatif
Indonesia Memimpin Dunia Berantas Frambusia
Mulai 2026, Singapura Tolak Wisatawan Sebelum Berangkat
Bukan Kutub Utara, Yakutsk Jadi Kota Terdingin di Dunia
Berapa Batas Aman Makan Mi Instan? Ini Penjelasan Dokter Gizi
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 18:00 WIB

Pasar Emas Dubai Diserbu Wisatawan

Sabtu, 14 Februari 2026 - 14:00 WIB

2 Juta WNI Berobat ke Luar Negeri, RI Rugi Rp150 Triliun

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:00 WIB

BRIN Dorong Mi Sorgum sebagai Pangan Alternatif

Jumat, 30 Januari 2026 - 07:00 WIB

Indonesia dan Australia Perkuat Kolaborasi Ekonomi Kreatif

Minggu, 25 Januari 2026 - 15:00 WIB

Indonesia Memimpin Dunia Berantas Frambusia

Berita Terbaru