BRIN Dorong Mi Sorgum sebagai Pangan Alternatif

Sorgum jadi fokus BRIN untuk pengembangan mi bebas gluten

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Sorotbrita.com, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mendorong diversifikasi pangan nasional untuk memperkuat ketahanan pangan. Upaya ini diarahkan pada pemanfaatan komoditas lokal nonberas dan nonterigu.

BRIN mewujudkan langkah tersebut melalui Pelatihan Alih Teknologi Mi Bebas Gluten Berbasis Sorgum yang berlangsung di Kawasan Sains Muhammadi Siswosudarmo, Subang, Jawa Barat, Senin (19/1/2026).

Pelatihan Alih Teknologi Mi Sorgum Digelar di Subang

Pusat Riset Teknologi Proses (PRTP) BRIN menginisiasi pelatihan tersebut. PRTP berada di bawah Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (OREM).

Kegiatan ini melibatkan peneliti lintas pusat riset, yaitu Pusat Riset Teknologi Proses, Teknologi Manufaktur Peralatan, dan Kimia Molekuler. Selain itu, BRIN menggandeng mitra industri PT Sedana Panen Sejahtera serta startup binaan PT Noang Prima Utama.

Baca Juga :  KNMP Dukung MBG dan Ekonomi Pesisir, Rampung Januari 2026

BRIN Nilai Sorgum Cocok untuk Ketahanan Pangan

Kepala PRTP BRIN, Hens Saputra, menekankan pentingnya kedaulatan pangan nasional. Ia menyebut Indonesia perlu mengembangkan sumber pangan alternatif selain beras dan jagung.

Menurut Hens, sorgum memiliki potensi besar karena cocok dengan iklim Indonesia. Tanaman ini juga tahan terhadap cuaca ekstrem dan kaya serat.

Tingginya Konsumsi Terigu Jadi Tantangan

Hens menjelaskan bahwa konsumsi terigu di Indonesia masih tinggi dan bergantung pada impor gandum. Sementara itu, gandum tidak tumbuh optimal di dalam negeri.

Baca Juga :  Indonesia Memimpin Dunia Berantas Frambusia

Di sisi lain, permintaan masyarakat terhadap mi dan roti terus meningkat. Kondisi ini membuka peluang pengembangan mi nonterigu berbasis sorgum.

BRIN Apresiasi Mitra Pengembang Mi Sorgum

Dalam kesempatan tersebut, Hens menyampaikan apresiasi kepada PT Sedana Panen Sejahtera. Perusahaan ini mengembangkan teknologi ekstrusi mi sorgum bersama BRIN sejak 2023.

Kerja sama tersebut berlanjut pada 2025 melalui pengembangan formulasi spageti berbasis sorgum. Selain itu, BRIN juga mengapresiasi PT Noang Prima Utama sebagai penerima lisensi proses produksi mi sorgum sejak 2021

Editor : EL

Berita Terkait

Pasar Emas Dubai Diserbu Wisatawan
2 Juta WNI Berobat ke Luar Negeri, RI Rugi Rp150 Triliun
Indonesia dan Australia Perkuat Kolaborasi Ekonomi Kreatif
Indonesia Memimpin Dunia Berantas Frambusia
Mulai 2026, Singapura Tolak Wisatawan Sebelum Berangkat
Bukan Kutub Utara, Yakutsk Jadi Kota Terdingin di Dunia
Berapa Batas Aman Makan Mi Instan? Ini Penjelasan Dokter Gizi
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 18:00 WIB

Pasar Emas Dubai Diserbu Wisatawan

Sabtu, 14 Februari 2026 - 14:00 WIB

2 Juta WNI Berobat ke Luar Negeri, RI Rugi Rp150 Triliun

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:00 WIB

BRIN Dorong Mi Sorgum sebagai Pangan Alternatif

Jumat, 30 Januari 2026 - 07:00 WIB

Indonesia dan Australia Perkuat Kolaborasi Ekonomi Kreatif

Minggu, 25 Januari 2026 - 15:00 WIB

Indonesia Memimpin Dunia Berantas Frambusia

Berita Terbaru

Arsip foto tak bertanggal ini memperlihatkan seekor Gekko kaiyai yang ditemukan di Provinsi Anhui, China. Peneliti China telah menemukan spesies tokek baru yang mereka beri nama Gekko kaiyai di Pegunungan Dabie, Provinsi Anhui, China. ANTARA/Xinhua

Uncategorized

Kamboja Catat Penemuan Spesies Tokek Baru

Kamis, 26 Feb 2026 - 19:00 WIB

Para turis berpose untuk foto di depan toko perhiasan dengan layar tampilan yang menampilkan gambar model yang mengenakan perhiasan emas yang memukau.

Lifestyle

Pasar Emas Dubai Diserbu Wisatawan

Kamis, 26 Feb 2026 - 18:00 WIB

Foto: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan siang hari jeda Sesi I Rabu (28/1/2026), mencatatkan pelemahan yang amat dalam mencapai ambles 7,34% di posisi 8.321. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Bisnis

Direktur Utama MDTV Mengundurkan Diri

Kamis, 26 Feb 2026 - 17:00 WIB

RI Impor Ayam dari AS, Begini Dampak Bagi Peternak. (Foto: Okezone.com)

Ekonomi

Indonesia Impor Ayam AS untuk Peternak Lokal

Kamis, 26 Feb 2026 - 15:00 WIB

Toyota Kijang 2026 Hadir Lebih Modern, Legendaris Teknologi Hybrid

Otomotif

Toyota Kijang Super 2026: Hybrid dan Ramah Keluarga

Kamis, 26 Feb 2026 - 14:00 WIB