Pemangkasan Batu Bara Bisa Picu PHK dan Tekan Ekonomi Daerah

Sektor Pertambangan Serap Ratusan Ribu Pekerja

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 3 Februari 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Sorotbrita.com,Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana memangkas produksi batu bara nasional. Pemangkasan ini diperkirakan mencapai 40–70 persen. Para pengamat menilai kebijakan ini berisiko memicu pemutusan hubungan kerja (PHK), khususnya di provinsi penghasil batu bara utama.

Sektor Pertambangan Serap Ratusan Ribu Pekerja

Data Kementerian ESDM dan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, sektor pertambangan mineral dan batu bara menyerap lebih dari 250 ribu pekerja langsung. Belum termasuk pekerja tidak langsung di jasa penunjang, transportasi, kontraktor tambang, dan UMKM di sekitar lokasi tambang.

Di Kalimantan Timur, sektor batu bara menyerap lebih dari 80 ribu pekerja. Kalimantan Selatan menampung sekitar 60 ribu pekerja. Sumatera Selatan, khususnya di Muara Enim, menyerap sekitar 50 ribu pekerja.

Baca Juga :  Batu Bara Melemah, Permintaan Hati-hati Jelang Imlek

Perusahaan Skala Kecil dan Menengah Berisiko

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pertambangan Rakyat Indonesia (APPRI), Rudi Prianto, menekankan bahwa pemangkasan produksi yang terlalu drastis bisa menghentikan operasi beberapa tambang. Perusahaan kecil dan menengah mungkin kesulitan mempertahankan semua pekerja.

“Pemangkasan sampai 70 persen akan memengaruhi jam kerja, kontrak harian, dan bahkan menutup beberapa tambang. Risiko PHK hampir tidak terhindarkan,” ujar Rudi.

Baca Juga :  Honda CUV e:, ICON e:, EM1 e: Turun Harga Selama Januari 2026

Dampak Ekonomi Lokal

Penurunan aktivitas tambang juga bisa menekan pendapatan daerah. Perputaran ekonomi lokal menurun dan sektor pendukung seperti logistik, alat berat, katering, serta usaha kecil ikut terdampak.

Seruan Serikat Pekerja

Serikat pekerja meminta pemerintah menyiapkan skema perlindungan tenaga kerja. Mereka ingin ada roadmap transisi, penyesuaian bertahap, dan program alternatif bagi pekerja terdampak.

Pemerintah Belum Mengumumkan Mekanisme

Hingga kini, Kementerian ESDM belum menjelaskan mekanisme pemangkasan produksi. Mereka juga belum menyampaikan langkah mitigasi sosial dan ketenagakerjaan. Rudi berharap pemerintah mengkaji ulang kebijakan ini agar tidak menimbulkan gejolak sosial dan ekonomi.

Editor : EL

Berita Terkait

PT Agrinas Impor 105.000 Pickup Murah dari India
Bahlil Tegaskan Swasembada Energi Butuh Terobosan Nyata
Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Rp 2.947.000 per Gram
Bea Cukai Segel 3 Toko Perhiasan Mewah di Jakarta
Pengangguran di Indonesia Turun, TPT November 2025 Jadi 4,74%
Pertamina Tegaskan Impor Minyak Sesuai Aturan
Pemerintah Pangkas Produksi Nikel 2026, Target Harga Naik
Proyek Waste to Energy Mulai 2026, Target Operasi 2027
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:00 WIB

PT Agrinas Impor 105.000 Pickup Murah dari India

Selasa, 17 Februari 2026 - 16:00 WIB

Bahlil Tegaskan Swasembada Energi Butuh Terobosan Nyata

Jumat, 13 Februari 2026 - 13:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Rp 2.947.000 per Gram

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:00 WIB

Bea Cukai Segel 3 Toko Perhiasan Mewah di Jakarta

Sabtu, 7 Februari 2026 - 07:00 WIB

Pengangguran di Indonesia Turun, TPT November 2025 Jadi 4,74%

Berita Terbaru

Arsip foto tak bertanggal ini memperlihatkan seekor Gekko kaiyai yang ditemukan di Provinsi Anhui, China. Peneliti China telah menemukan spesies tokek baru yang mereka beri nama Gekko kaiyai di Pegunungan Dabie, Provinsi Anhui, China. ANTARA/Xinhua

Uncategorized

Kamboja Catat Penemuan Spesies Tokek Baru

Kamis, 26 Feb 2026 - 19:00 WIB

Para turis berpose untuk foto di depan toko perhiasan dengan layar tampilan yang menampilkan gambar model yang mengenakan perhiasan emas yang memukau.

Lifestyle

Pasar Emas Dubai Diserbu Wisatawan

Kamis, 26 Feb 2026 - 18:00 WIB

Foto: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan siang hari jeda Sesi I Rabu (28/1/2026), mencatatkan pelemahan yang amat dalam mencapai ambles 7,34% di posisi 8.321. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Bisnis

Direktur Utama MDTV Mengundurkan Diri

Kamis, 26 Feb 2026 - 17:00 WIB

RI Impor Ayam dari AS, Begini Dampak Bagi Peternak. (Foto: Okezone.com)

Ekonomi

Indonesia Impor Ayam AS untuk Peternak Lokal

Kamis, 26 Feb 2026 - 15:00 WIB

Toyota Kijang 2026 Hadir Lebih Modern, Legendaris Teknologi Hybrid

Otomotif

Toyota Kijang Super 2026: Hybrid dan Ramah Keluarga

Kamis, 26 Feb 2026 - 14:00 WIB