Proyek Waste to Energy Mulai 2026, Target Operasi 2027

34 Proyek Waste to Energy Siap Dibangun

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 Februari 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Sorotbrita.com, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan pengelolaan sampah perkotaan menjadi prioritas nasional. Presiden RI, Prabowo Subianto, memantau langsung proyek ini. Wakil Menteri ESDM, Yuliot, menyampaikan hal ini pada Rabu (4/2/2026).

“Beberapa kota besar menghadapi krisis sampah. Oleh karena itu, kami akan memprioritaskan pengolahan sampah menjadi energi melalui proyek waste to energy,” ujar Yuliot.

Perpres 109/2025 Dorong Proyek Waste to Energy

Yuliot menjelaskan bahwa Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 memberikan dasar hukum bagi pengelolaan sampah menjadi energi terbarukan dengan teknologi ramah lingkungan. Regulasi ini memungkinkan pemerintah mengatasi sampah yang selama ini menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Baca Juga :  Investasi Singapura Terbesar di RI, Fokus ke Industri Logam

Selain itu, regulasi ini mempermudah investor memahami mekanisme proyek sehingga lebih tertarik untuk berpartisipasi.

Skema Finansial dan Insentif Investor

Kementerian ESDM menetapkan tarif layanan pengolahan sampah (tipping fee) dan harga jual listrik dari proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Dengan langkah ini, investor mendapat insentif yang kompetitif.

“Harga jual listrik naik menjadi sekitar 20 sen dolar per kWh, sehingga lebih menarik dibanding regulasi sebelumnya,” jelas Yuliot.

Pemerintah juga menyiapkan subsidi untuk menutup selisih antara Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik dengan harga keekonomian proyek. Dengan perhitungan cermat, proyek tetap layak secara bisnis tanpa membebani anggaran negara.

Baca Juga :  PHK 800 Karyawan, Home Depot Terapkan WFO

Target Proyek Mulai Beroperasi 2027

Kementerian ESDM menargetkan proyek PSEL memiliki kapasitas signifikan sebagai bagian dari bauran Energi Baru Terbarukan (EBT). Tahap awal proyek dimulai 2026, dan proyek pertama diperkirakan mulai beroperasi pada 2027.

“Setelah groundbreaking, proyek biasanya siap beroperasi dalam 1,5 hingga 2 tahun jika lahannya tersedia,” jelas Yuliot. Dengan demikian, masyarakat dapat segera merasakan manfaat energi dari sampah.

 

 

Editor : EL

Berita Terkait

Kiswah Tour & Travel Tawarkan Dua Skema Umrah Fleksibel, Solusi Mudah Menuju Tanah Suci
Menhub Imbau Maskapai Waspadai Konflik Timur Tengah
FT Injeksi Kimia Dongkrak Produksi Lapangan Meruap
PT Agrinas Impor 105.000 Pickup Murah dari India
Bahlil Tegaskan Swasembada Energi Butuh Terobosan Nyata
Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Rp 2.947.000 per Gram
Bea Cukai Segel 3 Toko Perhiasan Mewah di Jakarta
Pengangguran di Indonesia Turun, TPT November 2025 Jadi 4,74%
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 20:15 WIB

Kiswah Tour & Travel Tawarkan Dua Skema Umrah Fleksibel, Solusi Mudah Menuju Tanah Suci

Senin, 2 Maret 2026 - 13:00 WIB

Menhub Imbau Maskapai Waspadai Konflik Timur Tengah

Senin, 2 Maret 2026 - 07:00 WIB

FT Injeksi Kimia Dongkrak Produksi Lapangan Meruap

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:00 WIB

PT Agrinas Impor 105.000 Pickup Murah dari India

Selasa, 17 Februari 2026 - 16:00 WIB

Bahlil Tegaskan Swasembada Energi Butuh Terobosan Nyata

Berita Terbaru