Sorotbrita.com, Penelitian terbaru mengungkap perubahan signifikan pada pola hujan musim dingin di Eropa. Wilayah Eropa Utara, termasuk Inggris, kini mengalami peningkatan curah hujan lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.
Tim ilmuwan dari Universitas Newcastle yang dipimpin James Carruthers menganalisis data iklim dari tahun 1950 hingga 2024. Mereka menemukan bahwa aktivitas manusia yang mendorong pemanasan global mempercepat perubahan pola hujan di kawasan tersebut.
Data 70 Tahun Tunjukkan Tren Menguat
Para peneliti memeriksa catatan curah hujan selama lebih dari tujuh dekade. Mereka lalu membandingkan hasilnya dengan proyeksi model iklim yang selama ini menjadi acuan.
Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan curah hujan musim dingin terjadi jauh lebih cepat dari perkiraan model. Hayley Fowler dari Universitas Newcastle menjelaskan bahwa model sebelumnya memperkirakan lonjakan sebesar ini baru muncul sekitar tahun 2040-an. Namun, kondisi tersebut sudah mulai terlihat saat ini.
Temuan ini memperlihatkan bahwa perubahan iklim berkembang lebih cepat dari estimasi sebelumnya.
Arus Jet Dorong Badai Lebih Intens
Tim peneliti juga mengamati peran arus jet Atlantik Utara. Arus udara kuat ini mengarahkan badai musim dingin ke wilayah Eropa.
Ketika arus jet menguat atau bergeser, badai datang lebih sering dan membawa hujan lebih deras ke Eropa Utara. Kondisi ini meningkatkan risiko banjir dengan intensitas lebih tinggi, terutama saat musim dingin.
Carruthers menegaskan bahwa tingkat risiko banjir saat ini melampaui angka yang tercantum dalam model iklim. Situasi ini menuntut pemerintah untuk meninjau ulang strategi pertahanan banjir dan sistem pengelolaan air.
Wilayah Mediterania Alami Tren Sebaliknya
Berbeda dengan Eropa Utara, kawasan Mediterania justru mengalami penurunan curah hujan musim dingin. Penurunan ini mengurangi pasokan air untuk waduk dan cadangan tanah sebelum musim panas tiba.
Kondisi tersebut menekan sektor pertanian, meningkatkan potensi kebakaran hutan, dan memperbesar risiko krisis air. Perbedaan pola antara wilayah utara dan selatan menunjukkan bahwa perubahan iklim memicu dampak yang tidak merata.
Editor : EL









