BNPT Tangkap 230 Pendana Terorisme, 27 Serangan Digagalkan

BNPT Ungkap Ratusan Kasus Terorisme dan Peningkatan Aktivitas di Ruang Digital

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Sorotbrita.com,Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mencatat ratusan kasus terkait aktivitas terorisme sepanjang 2023–2025. Aparat menangkap 230 orang karena memberi pendanaan kepada kelompok teroris.

Direktur Penindakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Brigjen Mochamad Rosidi, menyampaikan bahwa aparat juga memproses 362 orang di pengadilan atas kasus terorisme. Sebagian besar dari mereka memiliki afiliasi dengan jaringan ISIS.

Rosidi menegaskan bahwa aparat terus memperkuat langkah pencegahan dan penindakan terhadap jaringan yang masih aktif.

Aparat Gagalkan 27 Rencana Serangan

Selama periode 2023–2025, aparat keamanan berhasil menggagalkan 27 rencana serangan teror. Keberhasilan ini menunjukkan peningkatan koordinasi antarinstansi dan penguatan sistem deteksi dini.

Meski tidak terjadi serangan besar dalam periode tersebut, BNPT tetap meningkatkan kewaspadaan. Aparat terus memantau pergerakan jaringan dan mempersempit ruang gerak mereka.

Baca Juga :  Aksi Nekat Mobil Lawan Arus di Tol Bandara Soetta Viral, Polisi Lakukan Penelusuran Intensif

Perempuan Turut Terlibat dalam Aktivitas Terorisme

BNPT mencatat keterlibatan 11 perempuan dalam aktivitas terorisme. Mereka menjalankan berbagai peran strategis, terutama di ruang digital.

Sebagian mengelola grup media sosial, memproduksi konten propaganda, menggalang dana, serta mengatur komunikasi antaranggota jaringan. Keterlibatan ini menunjukkan bahwa jaringan teror memanfaatkan berbagai peran untuk menjaga keberlangsungan aktivitasnya.

Penyalahgunaan Ruang Digital Meningkat

BNPT menemukan 137 pelaku aktif yang menggunakan ruang digital untuk menyebarkan paham ekstremisme. Selain itu, 32 orang terpapar secara daring lalu bergabung dengan jaringan teroris. Sebanyak 17 orang lainnya menjalankan aktivitas terorisme di ruang digital tanpa terhubung langsung dengan jaringan tertentu.

Baca Juga :  Atlet Dayung Papua Siap Tampil di Asian Games Jepang

Rosidi menjelaskan bahwa jaringan teror terus menyesuaikan strategi dengan perkembangan teknologi. Mereka menggunakan berbagai metode penggalangan dana dan komunikasi digital untuk memperluas pengaruh.

BNPT juga mencatat 16 kasus pendanaan terorisme dengan nilai yang mencapai sekitar Rp 5 miliar.

Pemerintah Ingatkan Ancaman Belum Hilang

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ulta Levenia, mengingatkan masyarakat agar tidak lengah meski tidak terjadi serangan.

Ia menegaskan bahwa nihil serangan bukan berarti ancaman hilang sepenuhnya. Pemerintah terus memperkuat pengawasan serta meningkatkan literasi digital untuk mencegah penyebaran paham radikal.

Editor : EL

Berita Terkait

Meutya Hafid Soroti Moderasi Konten Meta di Indonesia
Panglima TNI Perintahkan Siaga Tingkat 1
Indonesia Negara Paling Rajin Beribadah
Lebaran: Tradisi, Belanja, dan Kebiasaan Masyarakat Indonesia
“Prabowo Pimpin Pemakaman Try Sutrisno di TMP Kalibata”
Kejari Solok Selatan Awasi Program Pendidikan
Patroli Marinir Jaga Keamanan Perbatasan Indonesia-Singapura
Kemenko Polkam Evaluasi Operasi Intelijen Separatisme
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 19:00 WIB

Meutya Hafid Soroti Moderasi Konten Meta di Indonesia

Senin, 9 Maret 2026 - 14:00 WIB

Panglima TNI Perintahkan Siaga Tingkat 1

Jumat, 6 Maret 2026 - 16:00 WIB

Indonesia Negara Paling Rajin Beribadah

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:00 WIB

Lebaran: Tradisi, Belanja, dan Kebiasaan Masyarakat Indonesia

Senin, 2 Maret 2026 - 18:00 WIB

“Prabowo Pimpin Pemakaman Try Sutrisno di TMP Kalibata”

Berita Terbaru