Sorotbrita.com – Pemerintah Amerika Serikat menangkap mantan pilot tempur elit Gerald Brown karena menuduhnya melatih Angkatan Udara China tanpa izin resmi. Departemen Kehakiman AS (DOJ) mengumumkan penahanan ini pada Rabu (25/2/2026).
Penangkapan Brown di Indiana
DOJ menyatakan Brown (65) ditangkap di Indiana. Jaksa menuduh ia memberikan dan bersekongkol memberikan pelatihan militer kepada China secara ilegal. Selain itu, DOJ menekankan bahwa pihaknya akan menindak semua individu yang melanggar hukum.
FBI Sebut Tindakan Brown Pengkhianatan
Asisten Direktur Divisi Kontraintelijen dan Spionase FBI, Roman Rozhavsky, menilai tindakan Brown sebagai pengkhianatan terhadap negaranya. Menurut Rozhavsky, China aktif memanfaatkan keahlian militer AS, baik dari personel aktif maupun pensiunan, untuk mempercepat modernisasi angkatan bersenjatanya.
“Brown diduga mengkhianati sumpahnya untuk melindungi negaranya,” kata Rozhavsky.
Selain itu, Jaksa Jeanine Ferris Pirro menegaskan bahwa pemerintah akan menindak tegas siapa pun yang bekerja sama dengan pihak asing tanpa izin. “Brown dan pihak yang bersekongkol akan dimintai pertanggungjawaban,” tegasnya.
Karier Militer Brown
Brown mengabdi di Angkatan Udara AS selama 24 tahun. Ia memimpin operasi tempur dan mengawasi unit strategis, termasuk yang berhubungan dengan senjata nuklir. Setelah pensiun, ia bekerja sebagai pilot kargo, kemudian menjadi kontraktor pelatihan militer. Brown melatih pilot AS untuk mengoperasikan pesawat F‑35 Lightning II dan A‑10 Thunderbolt II.
Dugaan Pelatihan untuk China
Brown diduga mulai melatih pilot China saat ia mengunjungi negara tersebut pada Desember 2023. Ia tinggal di China hingga kembali ke AS pada awal Februari 2026. Selain itu, DOJ mengungkap kontrak pelatihan itu diatur oleh Stephen Su Bin, warga China yang sebelumnya dijatuhi hukuman penjara karena meretas kontraktor pertahanan AS.
Editor : EL









