Sorotbrita.com – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memerintahkan seluruh satuan TNI meningkatkan kesiapsiagaan hingga siaga tingkat 1. Hal ini dilakukan karena konflik di Timur Tengah berpotensi memengaruhi keamanan nasional.(8/3/2026).
Selain itu, perintah ini tercantum dalam Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026, yang ditandatangani Asisten Operasi Letjen Bobby Rinal Makmun pada 1 Maret 2026.
Instruksi 1: Patroli dan Siaga Alutsista
Pertama, Pangkotamaops menyiagakan personel dan alutsista. Selain itu, mereka meningkatkan patroli di bandara, pelabuhan laut dan sungai, stasiun kereta, terminal bus, dan fasilitas vital seperti kantor PLN. Dengan patroli ini, TNI memastikan keamanan pusat strategis dan pusat ekonomi tetap terjaga.
Instruksi 2: Pengawasan Udara Nonstop
Selanjutnya, Kohanudnas melaksanakan deteksi dini dan pengawasan udara selama 24 jam. Dengan cara ini, TNI dapat merespons ancaman udara secara cepat dan tepat.
Instruksi 3: Pendataan WNI dan Rencana Evakuasi
BAIS TNI mengutus atase pertahanan di negara terdampak konflik untuk mendata WNI. Selain itu, mereka menyiapkan rencana evakuasi. Mereka juga berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI, dan otoritas terkait agar setiap langkah berjalan cepat dan efektif.
Instruksi 4: Patroli di Ibu Kota
Kodam Jaya meningkatkan patroli di objek vital strategis dan kawasan kedutaan di DKI Jakarta. Dengan begitu, TNI memastikan keamanan ibu kota tetap kondusif meskipun terjadi dinamika internasional.
Instruksi 5: Deteksi Potensi Gangguan
Satuan intelijen TNI memantau kelompok yang mencoba memanfaatkan situasi Timur Tengah untuk mengganggu keamanan nasional. Selain itu, mereka menyiapkan langkah pencegahan agar situasi tetap aman dan stabil.
Instruksi 6: Kesiapsiagaan Satuan
Balakpus TNI mengecek kesiapsiagaan seluruh satuan secara rutin. Selain itu, mereka memastikan personel dan peralatan selalu siap operasi, sehingga TNI tetap siap menghadapi setiap kemungkinan.
Instruksi 7: Pelaporan Perkembangan Situasi
Setiap perkembangan langsung dilaporkan ke Panglima TNI, sehingga pimpinan dapat mengambil keputusan cepat ketika situasi berubah. Selain itu, sistem pelaporan ini memperkuat koordinasi seluruh satuan.
Editor : EL









