Jakarta – Sorotbrita.com,John Herdman, pelatih kepala timnas Indonesia, memulai perjalanan kepelatihannya sejak usia 17 tahun, jauh sebelum meraih lisensi UEFA pada 20 tahun.
“Saya mulai melatih pada usia 17 tahun. Saya mendapat kualifikasi pertama pada 18 tahun, dan lisensi UEFA pada 20 tahun. Saya selalu total dalam apa yang saya kerjakan karena sifat obsesif saya terhadap komitmen,” ujar Herdman dalam wawancara eksklusif yang tayang di YouTube timnas Indonesia, Senin.
Dedikasi dan gairah Herdman membawanya bekerja di berbagai negara, dari Selandia Baru hingga Kanada, dan kini Indonesia. Sifat obsesifnya bisa menjadi kekuatan sekaligus kelemahan, namun komitmen dan passion dalam membina pemain membimbingnya dari Inggris ke Selandia Baru, lalu ke Kanada, dan akhirnya ke Indonesia, untuk belajar serta beradaptasi dengan budaya yang berbeda.
Meski tidak pernah menjadi pemain profesional, ia meniti karier dengan kerja keras dan disiplin hingga meraih prestasi besar. Herdman memimpin timnas putri Selandia Baru ke Piala Dunia Putri 2007 dan 2011, serta Olimpiade Beijing 2008.
Setelah itu, timnas putri Kanada menjadi proyek berikutnya. Bersama mereka, ia meraih medali perunggu Olimpiade London 2012 dan Rio 2016, serta emas Pan American Games 2011. Herdman juga memimpin tim tuan rumah Piala Dunia Putri 2015.
Keberhasilan di level putri membuka kesempatan menukangi timnas putra Kanada, yang diperkuat Alphonso Davies dan Jonathan David. Dengan kepemimpinannya, tim itu berhasil lolos ke Piala Dunia 2022 setelah absen 36 tahun.
Kini Herdman menatap tim Garuda dengan ambisi tinggi. “Saya selalu berusaha membantu tim mencapai level berikutnya, baik itu tim putri Selandia Baru maupun tim putra dan putri Kanada. Indonesia menarik karena semangat dan kesiapan pemain di sini terlihat jelas. Harapan saya, saya bisa meninggalkan warisan dengan membantu tim ini naik ke level berikutnya,” tutup Herdman.
Editor : EL









