Jakarta –Sorotbrita.com, Masyarakat Indonesia memburu emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dalam sebulan terakhir. Lonjakan ini memunculkan antrean panjang di butik emas dan maraknya layanan jasa titip (jastip).
Direktur Komersial Antam, Handi Sutanto, mengatakan bahwa perusahaan tidak bisa langsung menambah pasokan untuk memenuhi permintaan. Produksi terbatas menjadi tantangan di tengah euforia berburu emas.
“Masyarakat sangat antusias, tetapi kami tidak bisa menaikkan suplai dengan cepat,” ujar Handi dalam acara Gold Outlook 2026, Jumat (30/1/2026).
Fenomena ini memicu keluhan di media sosial. Warga menulis tentang sulitnya mendapatkan emas Antam dan antrean yang panjang. Meski begitu, Antam menilai tingginya minat masyarakat menunjukkan kepercayaan publik terhadap produk mereka.
“Banyak keluhan muncul, tapi kami menghargai masyarakat yang tetap memilih Antam,” tambah Handi.
Antam mencatat lonjakan ekstrem dalam jumlah pengunjung dan permintaan. Selama sebulan terakhir, permintaan naik hingga 100 kali lipat dibanding kondisi normal. Lonjakan ini juga mendorong munculnya ekonomi tambahan, seperti jastip emas.
“Sistem antrean kami menciptakan peluang ekonomi baru. Masyarakat bisa memakai jastip untuk melewati antrean panjang,” jelas Handi.
Untuk mengurangi kepadatan, Antam menata ulang proses pembelian dengan antrean online dan slot waktu. Dengan cara ini, masyarakat bisa datang sesuai jadwal dan antrean fisik menjadi lebih tertib.
Kenaikan minat terhadap emas sejalan dengan harga emas dunia yang terus mencetak rekor. Pada perdagangan Kamis (29/1/2026), harga emas dunia naik 1,99% ke US$5.506,86 per troy ons, menembus level krusial US$5.500 per troy ons. Harga emas sempat menyentuh US$5.591 per troy ons.
Reli emas dan perak ini mendorong masyarakat memilih logam mulia sebagai investasi aman di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Editor : EL









